ga tau mau mulai dari mana, ga tau mau kaya gimana untuk mulai tulisan gua kali ini.
gua mau ngomongin perihal feminismi, kalian tau ga si kenapa ideologi ini muncul di ranah publik??
sebenernya gua juga dulunya kurang aware sama kata-kata feminisme. gua cuman tau dan sadar kalo terkadang wanita itu dianggap hal yang hina, yang seakan-akan dapat dipermainkan, di hempaskan begitu saja bagaikan barang dagangan. dari sini gua baru tauu ada istilah feminisme. Ke-sotoyan gua pun meningkat setelah merasakan bahwa memang benar patriarki itu sangat menyebar luas dikalangan masyarakat kita. dan lebih parahnya lagi, terkadang mereka ga sadar apa yang mereka lakukan itu mengarah ke ranah patriarki. Feminisme lahir akibat sistem patriarki yang di anggap mengesampingkan wanita dan menyetarakan antara keduanya.
gua kasih contoh nih, ini dari pengalaman gua pribadi. dan gua yakin 80% wanita yang mengemban pendidikan seperti gua udah pernah atau bahkan sering di lontarkan perkataan seperti ini. ngapain sih sekolah tinggi-tinggi nanti ujung-ujung nya juga di dapur. its like woooooo apapaan nihhh. kalo di fikir-fikir lagi nih, yang ngomong kaya gitu juga kebanyakan kaum hawa dan mereka ga sadar kalo yang mereka lontarkan itu salah satu dari sikap patriarki. menurut sebagian orang, ini merupakan hal spele yang kadang di hiraukan. tapi untuk beberapa orang juga perkataan kaya gini yang bikin negara kita ga maju. pemikiran kaya gini yang men-stop kualitas. gua mau nyanggah stigma di atas bahwasanya perempuan ga usah sekolah tinggi-tinggi. gini ajadeh, kalo di tinjau dari beberapa aspek perempuan yang berpendidikan itu lebih mampu membentuk karakteristik anak-anak nya kelak walau ga dipungkiri kalo banyak banget di luar sana yang juga berhasil membuat anak-anaknya sukses walaupun orang tuanya tidak berpendidikan. tapi gua mau ngasih point plus disini, kita selaku wanita yang mengemban pendidikan memiliki lebih banyak potensi karena ilmu-ilmu yang kita serap dapat kita aplikasikan dan kita terapkan ke anak-anak kita kelak. gua juga mau bilang berpendidikan disini bukan selalu dalam lingkup pendidikan formal ya, ada juga nonformal maupun informal. berpendidikan juga dapat diemban sama siapa aja dimanapun dan kapanpun. selama kita masih ada keinginan untuk belajar kita bisa belajar terusss baik itu dirumah, di kantor, ditempat les, tempat kursus, bahkan lu bisa belajar sambil nungguin transjakarta di halte. semua itu tergantung pribadi masing-masing.
ginideh gua kasih klarifikasi, sebenernya dalam Islam Allah berfirman bahwasanya tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, dalam artian bahwasanya laki-laki dan perempuan itu setara. tetapi kalian jangan lupa bahwasanya setara bukan berarti sama. diantara keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing-masing. karna menurut fitrah nya juga antara laki-laki dan perempuan itu berbeda.
Jika dikaitkan dengan aspek Agama, bahwasnya ada batasan dan keahlian tersendiri antara laki-laki dan perempuan. laki-laki tidak bisa mengambil kedudukan perempuan dan sebaliknya. disini seharusmya kita lebih terbuka pemikirannya. seharusnya sebagai laki-laki mereka menghormati perempuan, memberikan haknya, diberikan kebebasan perfikir dan sebaliknya. karna dengan demikian kita bisa saling melengkapi dan menghargai satu sama lain.
gua paham kenapa ideologi ini muncul, karena pihak laki-laki terkadang tidak mau terlihat seperti dibawah perempuan, padahal jika k ita "laki-laki dan perempuan" sama-sama berkembang maju tanpa berfikir
-ih maluuu kali gua masa dia yang perempuan jadi supir juga, kan gua keliatan ga macho
-masaaa mausi jabatanya di bawah perempuan
-aishhh malu gua kalo nikah ama cewe yang title nya di atas gua
-kenapa harus kerja si, kan nanti juga lo dirumah ngurusin suami
kenapa kenapa kenapa kenapaaaaa harus ada fikiran yang terlintas kaya gini. sooo kenapa lo ga mandang ke hal positive-nya aja, lu jadi bisa lebih termotivasi kaya ih keren bgt jabatannya tinggi, ilmunya tinggi, pendidikan nya baguss gua bakal kaya gitu juga ahhh . seharusnya pemikiran lu yang kaya gtu diubah. jadikan kita bisa hidup dengan nyaman tanpa adanya embel-embel feminisme.
karena ideologi ini muncul akibat ulah dari laki-laki itu sendiri.
Sekiannnnn..
Nadiya Qonita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar